something i wrote
aku buta dengan airmata, yang bertitisan
tapi masih boleh menulis untuk seni lisan
dengar - kadang kala ia membisikkan
jadi tak jadi semuanya hal picisan
… tapi kau salah tafsiran
keperluan seharian kau sipi-sipikan
dalam hati ada rongga, kau belum isikan
tak intai masa depan, kau gagal perisikan
… jangan kau menghitung hari
yang kau ada lagi berharga dari yang kan kemari
yang masih lagi ada cuba kau jangan cemari
sebelum ia semua hilang tanpa disadari
amar ma’ruf, tanpa rasa tertekan
tapi banyak sangat yang nak dikerjakan, alasan
aku di sini, takkan tinggalkan kesan
sebelum aku pergi, aku tinggalkan pesan.